Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Inilah Rekam Jejak Kinerja PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Gambar
Bank Mandir i berdiri tahun 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonsia. Empat bank milik Pemerintah, yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia digabung ke dalam Bank Mandiri. Model bisnis Bank Mandiri saat ini dibagi menjadi beberapa segmen. Pertama, segmen corporate banking dengan penyaluran kredit ditujukan untuk nasabah korporasi Indonesia, dan Bank Mandiri terus memperluas jaringan internasional untuk melayani nasabah korporasi dengan lebih luas. Total penyaluran kredit korporasi Bank Mandiri mencapai Rp 106 triliun pada 2011. Segmen kedua, adalah commercial dan business banking , yakni kegiatan intermediasi yang terkait dengan aktivitas komersial dan bisnis. Bank Mandiri memperoleh pendapatan bunga dari segmen commercial dan business banking, selain juga memperoleh fee based income melalui transaksi produk trade , cash management, dan bank garansi. Segmen ketiga

Perusahaan China Mencaplok 80% Saham Toshiba

Gambar
Raksasa elektronik asal China, Midea Group , mengakuisisi sekitar 80% saham Toshiba Home Appliances, jaringan bisnis produk elektronik rumah tangga dari konglomerat Jepang Toshiba yang sedang menurun kinerjanya, senilai US$ 473 juta. Sedangkan sisa 19,9% saham masih tetap dipegang Toshiba Lifestyle Product & Services Corporation untuk mempertahankan namanya. Menurut pernyataan bersama kedua perusahaan, dengan akuisisi tersebut, Midea dapat menggunakan lisensi merek Toshiba untuk produk elektronik rumah tangga selama 40 tahun, memperoleh lebih dari 5.000 aset properti intelektual, dan diberi wewenang untuk menggunakan hak paten Toshiba. Akuisisi senilai US$ 473 juta atau Rp 6,15 triliun itu merupakan ekspansi terbaru perusahaan China seiring rangkaian akuisisi lainnya di luar negeri. Perusahaan China yang didukung pemerintahnya saat ini gencar mengakuisisi perusahaan di luar negeri untuk mendorong kontribusi perekonomian di luar daratan China, terutama di sektor consumer product

Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel Meroket Signifikan

Gambar
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017 ini menampilkan data, analisis, dan outlook industri oleokimia (fatty acid, fatty alcohol, minyak goreng) serta biodiesel di Indonesia, dari mulai tren produksi, tren investasi, peningkatan kapasitas produksi, para pemain besar, persebaran lokasi pabrik, tren ekspor, impor, serapan tenaga kerja, serta berbagai informasi lain seperti regulasi dan target 2030. Riset ini dimulai dengan tren kenaikan kapasitas produksi yang signifikan pada empat industri, yakni refinery (fraksionasi) atau minyak goreng, fatty acid, fatty alcohol, dan methyl ester (biodiesel). (halaman 2) Pada 2014 dan 2015 terjadi peningkatan investasi yang signifikan di industri oleokimia dan biodiesel hingga Rp 24 triliun yang mendorong kapasitas produksi nasional tumbuh rata-rata 55% (minyak goreng 80%, fatty acid 47%, fatty alcohol 85%, dan methyl ester atau biodiesel 66%). Duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset tren produksi stearic acid, glycerine,

Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur

Gambar
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019 ini data, kajian, analisis, laporan, dan outlook proyek-proyek strategis di sektor infrastruktur di Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur, mulai dari proyek prioritas, proyek strategis, dan proyek infrastruktur per provinsi ditampilkan dalam riset ini, dipadu dengan analisis bisnis infrastruktur, market size transportasi dan logistik, serta analisis anggaran infrastruktur dibanding tingkat pengangguran di Indonesia. Riset ini dimulai dari kondisi perekonomian Indonesia tahun ini diprediksi masih diliputi ketidakpastian, terutama dari sisi global. Meski demikian ekonomi Indonesia diyakini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Sisi eksternal yang berpengaruh pada ekonomi domestik, tak bisa dilepaskan dari harga komoditas yang masih belum pulih dan merosotnya ekonomi China yang merupakan salah satu pangsa pasar utama ekspor komoditas Indonesia. (halaman 2) Penguatan rupiah ini selain didorong oleh fakto

Inilah Riset Proyek Infrastruktur 2011-2019

Gambar
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019 ini data, kajian, analisis, laporan, dan outlook proyek-proyek strategis di sektor infrastruktur di Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur, mulai dari proyek prioritas, proyek strategis, dan proyek infrastruktur per provinsi ditampilkan dalam riset ini, dipadu dengan analisis bisnis infrastruktur, market size transportasi dan logistik, serta analisis anggaran infrastruktur dibanding tingkat pengangguran di Indonesia. Riset ini dimulai dari kondisi perekonomian Indonesia tahun ini diprediksi masih diliputi ketidakpastian, terutama dari sisi global. Meski demikian ekonomi Indonesia diyakini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Sisi eksternal yang berpengaruh pada ekonomi domestik, tak bisa dilepaskan dari harga komoditas yang masih belum pulih dan merosotnya ekonomi China yang merupakan salah satu pangsa pasar utama ekspor komoditas Indonesia. (halaman 2) Penguatan rupiah ini selain didorong oleh fakto

Inilah Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017

Gambar
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017 ini menampilkan data, analisis, dan outlook industri oleokimia (fatty acid, fatty alcohol, minyak goreng) serta biodiesel di Indonesia, dari mulai tren produksi, tren investasi, peningkatan kapasitas produksi, para pemain besar, persebaran lokasi pabrik, tren ekspor, impor, serapan tenaga kerja, serta berbagai informasi lain seperti regulasi dan target 2030. Riset ini dimulai dengan tren kenaikan kapasitas produksi yang signifikan pada empat industri, yakni refinery (fraksionasi) atau minyak goreng, fatty acid, fatty alcohol, dan methyl ester (biodiesel). (halaman 2) Pada 2014 dan 2015 terjadi peningkatan investasi yang signifikan di industri oleokimia dan biodiesel hingga Rp 24 triliun yang mendorong kapasitas produksi nasional tumbuh rata-rata 55% (minyak goreng 80%, fatty acid 47%, fatty alcohol 85%, dan methyl ester atau biodiesel 66%). Duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset tren produksi stearic acid, glycerine, f

Membedah Profil Singkat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Gambar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) adalah bank yang fokus pada bisnis transaksi perbankan, memiliki total aset terbesar ketiga di Indonesia senilai Rp 408 triliun pada semester I 2012. Selain fokus pada bisnis transaksi perbankan, bank yang saat ini dimiliki oleh grup Djarum ini menyalurkan kredit dengan komposisi terbesar pada kredit komersial & usaha kecil menengah (UKM). Bank BCA juga menyalurkan kredit segmen korporasi dan segmen konsumer. BANKING INDUSTRY OUTLOOK Industri kredit perbankan di Indonesia tumbuh hampir 30% dalam periode empat tahun terakhir secara compounded annual growth rate (CAGR) 2007–2011. Penyaluran kredit oleh perbankan di Indonesia senilai Rp 2.200 triliun pada akhir 2011. Pertumbuhan penyaluran kredit diiringi dengan menurunnya kredit macet (non performing loan/NPL) perbankan, menunjukkan manajemen risiko perbankan Indonesia yang solid dalam penyaluran kredit. Pada sumber pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan juga terus meningk

Inilah Penguasa Pasar Consumer Goods di Indonesia

Gambar
Berbicara tentang industri consumer goods di Indonesia, tidak afdol jika kita tidak mengupas PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) . Perusahaan raksasa ini merupakan produsen barang-barang konsumsi yang sifatnya fast moving consumer goods (FMCG) , atau produk yang sifatnya cepat habis, seperti produk perawatan tubuh, produk perawatan rumah tangga, dan makanan. Berdiri sejak 1933 dengan nama Lever's Zeepfabrieken NV di Jakarta, Unilever menjadi salah satu market leader di industri consumer goods di Indonesia. Unilever Indonesia menggelar IPO pada 1982 dengan melepas 15% saham ke publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Saat ini Unilever Indonesia menguasai 39 merek produk consumer goods untuk 14 kategori produk. Dari jumlah tersebut 71% merupakan produk home and personal care (seperti Rinso, Domestos, Molto, Surf, Vixal, Wipol, Lux, Rexona, Lifebuoy, Sunsilk, Ponds, Dove, Tresemme, Pepsodent, Axe, Clear, Vaseline, Citra, Closeup, Zwitsal), sedangkan 21% merupakan produk foods and

Inilah Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030

Gambar
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri batubara di Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan pasar batubara secara global, permintaan/demand pasar global, tren harga komoditas batubara dunia, tren produksi batubara Indonesia, tren kebutuhan lokal batubara di Indonesia dan ekspor batubara Indonesia, sumberdaya dan cadangan batubara per provinsi, kebutuhan batubara di sektor industri, harga jual rata-rata pemain batubara , produksi batubara di Asia dan ASEAN, hingga produsen batubara terbesar di Indonesia, pemilik cadangan batubara terbesar, strategi ekspansi ke depan, serta kinerja keuangan para pemain batubara di negeri ini. Data ini dimulai dari informasi umum terkait perkembangan Indonesia, mulai dari proyeksi pertumbuhan ekonomi periode 2014-2019, jumlah penduduk, segmentasi penduduk, dan peluang pasar di Indonesia (halaman 2). Selanjutnya, ditampilkan tren pasokan-permintaan (

Inilah Enam Perusahaan Perunggasan Terbesar di Indonesia

Gambar
Inilah enam perusahaan perunggasan terbesar di Indonesia. Keenam perusahaan ini merupakan pemimpin pasar ayam usia sehari (day old chick/DOC) di Indonesia, yakni PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Sierad Produce Tbk (SIPD), PT Wonokoyo, dan PT Cheil Jedang, menurut berbagai sumber yang dikompilasi duniaindustri.com . Keenam perusahaan tersebut merupakan pemain terbesar di industri perunggasan di negeri ini. Charoen Pokphand menjadi pemimpin pasar DOC dengan menguasai 31% pasar DOC di Indonesia, disusul Japfa Comfeed dengan 21%, Malindo Feedmill 8%, Sierad 6%, Wonokoyo 5%, dan Cheil Jedang 1%. Data tersebut merupakan perbandingan produksi masing-masing perusahaan dengan kapasitas produksi nasional. Data itu berasal dari Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian, Japfa Comfeed, dan Maybank Kim Eng. Berbeda dengan itu, berdasarkan data Frost and Sullivan, Charoen Pokhpand menguasai 40,5% pasar DOC di Indo

Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015

Gambar
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015 ini menampilkan luas lahan perkebunan sawit tahun 2014 sebesar 10,9 juta hektare. Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan merupakan provinsi dengan lahan sawit terluas. Sekitar 51,6% dari 10,9 juta hektar lahan sawit di Indonesia dimiliki oleh perusahaan perkebunan swasta (besar), dan 41.5% dimiliki oleh perkebunan rakyat. Produktivitas CPO perkebunan rakyat dan BUMN menunjukkan tren penurunan dari tahun 2009-2014, sementara perusahaan perkebunan swasta justru meningkat. Produktivitas CPO perkebunan rakyat juga 20% lebih rendah dibandingkan perusahaan swasta. Produktivitas CPO rakyat pada tahun 2014 hanya sebesar 2,3 ton/ha, atau 20% di bawah produktivitas CPO perusahaan perkebunan swasta. Dengan asumsi harga CPO sebesar US$ 550/ton, peningkatan produktivitas CPO rakyat dari 2,3 ton/ha menjadi 2,9 ton/ha akan memberikan tambahan kesejahteraan sebesar US$ 1 milyar kepada seluruh petani. Selain itu, data ini menampilkan kondisi

Inilah Peta Persaingan Merek Rokok di Indonesia

Gambar
Mau tahu bagaimana ketatnya kompetisi pasar antar merek-merek rokok di Indonesia? Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016 ini menampilkan riset independen, data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan brand (merek) rokok di Indonesia, mulai dari volume produksi, pangsa pasar merek-merek (brand) rokok di Indonesia, nilai pasar (market size) industri, konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok, pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar segmen rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini, dan tidak ketinggalan strategi top 3 market leader di industri rokok. Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7 triliun – Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016. Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri ro

Inilah 10 website termahal di Indonesia 2015

Gambar
Berbicara mengenai bisnis online di Indonesia, tidak lengkap jika kita tidak menelisik 10 website termahal di Indonesia. Inilah 10 website dengan valuasi termahal di Indonesia. Data dari webstatsdomain.org yang dikumpulkan duniaindustri.com menyebutkan, Detik.com menduduki urutan pertama website termahal di negeri ini dengan estimasi valuasi nilai US$ 19.408.035 (atau setara Rp 275 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Detik.com menduduki peringkat 267 di dunia, dari sekitar 30 juta website secara gobal. Sekitar 74,3% traffic berasal dari Indonesia, dan skor search engine optimization (SEO) 76%. Di peringkat kedua website termahal, Kaskus.co.id dengan nilai valuasi US$ 17.808.931 (setara Rp 252,3 miliar) yang menempati ranking 304 dunia. Sekitar 56,9% traffic kaskus berasal dari Indonesia, dengan skor SEO 77%. Urutan ketiga diduduki Kompas.com dengan nilai valuasi US$ 13.643.062 (atau setara Rp 193,3 miliar). Kompas.com menduduki ranking 402 dunia dengan ditopang traffic 92,8% dari

Market Size Industri Ritel di Indonesia Rp 4.306 Triliun

Gambar
Dengan jumlah penduduk lebih kurang 252 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang besar untuk industri ritel. Betapa tidak, nilai pasar (market size) industri ritel di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 326 miliar atau senilai Rp 4.306 triliun tahun ini, menurut data lembaga riset AT Kearney. Tingginya nilai pasar industri ritel di Indonesia ditopang pertumbuhan konsumen kelas menengah, meski perekonomian nasional sedang mengalami perlambatan. Dalam Indeks Pembangunan Ritel Global (GRDI) 2015 yang dirilis AT Kearney, pertumbuhan industri ritel di Indonesia berada di peringkat 12 dunia. Ini adalah tingkat pertumbuhan ritel tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam indeks sejak 2001. Pertumbuhan industri ritel di Indonesia tumbuh 14,5% pada tahun lalu dan diperkirakan masih dapat mencatat pertumbuhan yang sama di tahun ini. Peringkat GRDI meliputi 30 besar negara-negara berkembang dalam investasi ritel di seluruh dunia. Indeks menganalisis 25 variabel makroekonomi dan ritel

Invest with Us in Indonesia

Gambar
Invest-with-us (jual-beli-lelang website, domain, dan apps) merupakan fitur terbaru Duniaindustri.com yang menghubungkan antara buyer dan seller untuk online investment . Melalui fitur ini, Duniaindustri.com bertindak sebagai broker jual-beli-lelang yang akan membantu valuasi (basic valuation), proses negosiasi (deal flow), uji tuntas (due diligence), serta transaksi. Sebagai dasar valuasi, ada sedikitnya 4 faktor yang akan diukur yakni: 1. Umur website Secara umum, semakin tua umur website, semakin tinggi nilainya. Selain itu, pengaruh dan reputasi website juga mempengaruhi faktor valuasi. Website yang lebih tua lebih mungkin untuk memiliki profil link yang lebih mapan dan loyalitas merek, serta lebih banyak lalu lintas dan data keuangan dari sebuah situs baru. 2. Peringkat Web (PageRank) Peringkat web adalah sebuah algoritma yang digunakan oleh Google untuk menentukan otoritas situs berdasarkan profil backlink-nya. Semakin tinggi peringkat website tertentu, maka semakin tinggi

Comprehensive Research Steel Industry 2007-2017

Gambar
Steel Industry 2007-2017 Comprehensive research showing independent research, data, analysis, review, and a comprehensive outlook regarding all information regarding the steel industry in Indonesia, including highlights, steel market trend in Indonesia, the trend in steel consumption and steel production as well as import dependence, market value (market size) national steel industry, steel producers market share per segment, global steel price trends and local steel prices, a brief profile of the steel industry market leader in Indonesia, as well as the prospects and challenges of this industry also in the future. As an illustration, the steel industry is a strategic industry. This sector plays a major role in supplying the raw materials vital to development in various fields ranging from the provision of infrastructure (buildings, roads, bridges, the electric grids and telecommunications), the production of capital goods (machinery plant and supporting materials and spare parts),

Kajian Lengkap Industri Baja Tersedia di Sini

Gambar
Kajian Komprehensif Industri Baja 2007-2017 ini menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri baja di Indonesia, mencakup highlights, tren pasar baja di Indonesia, tren konsumsi baja dan produksi baja serta ketergantungan impor, nilai pasar (market size) industri baja nasional, pangsa pasar produsen baja per segmen, tren harga baja global dan harga baja lokal, profil singkat market leader di industri baja Indonesia, serta prospek dan tantangan industi ini ke depan. Sebagai gambaran, industri baja merupakan industri strategis. Sektor ini memainkan peran utama dalam memasok bahan-bahan baku vital untuk pembangunan di berbagai bidang mulai dari penyediaan infrastruktur (gedung, jalan, jembatan, jaringan listrik & telekomunikasi), produksi barang modal (mesin pabrik dan material pendukung serta suku cadangnya), alat transportasi (kapal laut, kereta api & relnya, otomotif), manufaktur (elektro